Ads

Sunday, September 14, 2014

Larangan menyembah Patung atau Berhala


Para ulama pula berbeza pandangan mengenai perkara Pembuatan patung. Ini kerana, merujuk sejarah, Pada zaman Nabi Sulaiman a.s. dibenarkan kegiatan membuat dan memiliki patung, tetapi pada zaman nabi-nabi lain aitu sebelum dan selepas beliau, patung adalah diharamkan termasuk pada zaman Nabi Nuh a.s. dan pada zaman Nabi Ibrahim a.s. Manakala pada zaman Nabi Muhammad s.a.w. pula diharamkan patung untuk disembah dan dipuja, tetapi diharuskan patung mainan untuk anak-anak.

Mengenai hukum orang Islam memiliki patung, al-Qaradawi di dalam "Fatawa Muasirah" berkata Islam mengharamkannya, sama ada patung manusia mahupun patung binatang. Pengharaman itu menjadi lebih kuat jika patung itu merupakan makhluk yang disanjung tinggi seperti raja, nabi sepertimana Nabi Isa a.s. di kalangan orang Kristian dan lembu di kalangan orang Hindu. Menurut beliau, ada satu jenis patung saja yang diharuskan oleh Islam untuk dimiliki, iaitu patung mainan anak-anak. Ini berdasarkan kepada hadis Rasulullah s.a.w. yang menceritakan bahawa isteri baginda yang masih kecil, Aisyah cenderung dan suka bermain patung.

Patung Al Lata dan Al Uzza itu oleh generasi pertama hanya untuk mengingat kebaikan sang dermawan. Hanya itu. Generasi kedua, 100 tahun kemudian, patung itu sudah mulai disanjung-sanjung. Dan sampai ke generasi ke-3 sudah disembah-sembah. Oleh kerana itu Allah mengharamkan mengenang jasa seseorang dengan membuat patung. Nabi Muhammad dan para sahabatnya, tidak pernah ada memerintahkan pembuatan patung, bahkan lukisan diri juga tidak.


Syeikh Gadul Haq, Bekas Syeikh al-Azhar, mempunyai pendapat yang sama dengan al-Qaradawi. Beliau membenarkan patung untuk pendidikan seperti patung mainan anak-anak dan berpendapat harus hukumnya bagi patung separuh tubuh dan mudah rosak yang diperbuatkan daripada tepung (atau bahan-bahan lembut spt plastesin dll).


Syeikh Atia Saqr dalam fatwanya, membolehkan patung mainan anak-anak, patung cepat rosak dan patung separuh badan. Selain itu patung yang tiada salah satu anggota badan yang penting seperti kepala juga boleh dimiliki orang Islam, tetapi hukumnya adalah makruh. (Kepala merupakan anggota penting bagi tubuh. Manakala kaki tidak penting, kerana manusia masih mampu hidup tanpanya).

Menurut Syeikh Saqr, Imam Malik menganggap harus hukumnya memiliki patung yang lengkap seperti seorang manusia, tetapi dengan syarat ia berlubang walaupun sangat kecil. (untuk mencacatkannya). Manakala Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad mengenakan syarat patung lengkap itu mesti mempunyai lubang yang besar. Ini termasuk juga patung mannequin yang digunakan untuk mempamerkan pakaian di butik-butik dan gedung-gedung pakaian.

Dr. Amarah dalam fatwanya berkata, hukum syarak tentang hak pemilikan patung adalah merujuk kepada al-Quran. Pertama, patung dianggap termasuk daripada nikmat Allah yang dikurniakan kepada Nabi Sulaiman. Patung pada zaman Nabi Sulaiman tidak disembah dan tidak dianggap berbahaya terhadap akidah tauhid.

Allah berfirman: Dan (Kami mudahkan) bagi Nabi Sulaiman angin yang kencang tiupannya, bertiup menurut kehendaknya ke negeri yang Kami limpahi berkat padanya; dan adalah Kami mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. Golongan jin itu membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang ia kehendaki dari bangunan-bangunan yang tinggi, dan patung-patung, dan pinggan-pinggan hidangan yang besar seperti kolam, serta periuk-periuk besar yang tetap di atas tungkunya. (Setelah itu Kami perintahkan): "Beramallah kamu wahai keluarga Daud untuk bersyukur!'' Dan sememangnya sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur. (Saba'34: 12-13)

Kedua, patung yang dianggap berhala yang disembah pada zaman Nabi Ibrahim a.s. dan zaman nabi-nabi lain. Pada zaman-zaman ini patung dimusnahkan seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan pada zaman Nabi Muhammad s.a.w. Oleh itu kata Dr. Amarah, hukum mengenai patung adalah dilihat pada matlamat penggunaannya. Apakah ia merupakan hiasan yang termasuk daripada nikmat Allah ataupun ia merupakan sembahan seperti berhala?




Menurut Dr. Amarah, seorang ulama dari Mazhab Maliki, Imam Ahmad Idris al-Qarafi, merupakan seorang yang pandai mengukir patung untuk kegunaan raja. Beliau mencipta patung yang menggunakan teknik pembakaran lilin bertujuan untuk mengejutkan raja ketika azan subuh.


Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman:
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: Ya, Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku dari pada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (14: 35-36)
“dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (14:20-21)
“dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (6:74)


“Mereka menjawab: “kami menyembah berhala-berhala dan kami Senantiasa tekun menyembahnya”. Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?, atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?”, mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya Kami mendapati nenek moyang Kami berbuat demikian”. Ibrahim berkata: “Maka Apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, . kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, karena Sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam” (26:71-72)


“maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, Sesungguhnya Dia Termasuk orang-orang yang zalim.”mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim “. mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah Dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”. mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, Hai Ibrahim?”. Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar Itulah yang melakukannya, Maka Tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang Menganiaya (diri sendiri)”, kemudian kepala mereka Jadi tertunduk (lalu berkata): “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.” Ibrahim berkata: Maka Mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?”. Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka Apakah kamu tidak memahami?” (21:58-67)
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (5:72)
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (5:116)




Menurut Al-Kitab


Keluaran 20: 4-5 Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air di bawah bumi. jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.
Ulangan 4:23 Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yg menyerupai apapun yang oleh Tuhan, Allahmu dilarang kau perbuat.
Imamat 26:1 Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga baru berukir janganlah kamu tempatkan di negrimu untuk dujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan, Allahmu.
Yeremia 10, 1-8

Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel!. Beginilah firman TUHAN: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?. Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah.Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat.” Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, apakah Raja bangsa-bangsa?. Sungguh, kepada-Mu lah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau!. Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka.

Perintah Allah yang begitu jelas, tegas dan keras, sama sekali tidak di amalkan oleh semua umat Kristiani, mereka dengan bangga memajang patung dan gambar Yesus dan Bunda Maria. Justru Umat Islam, dimanapun kita jumpai tidak pernah menemukan patung atau gambar Nabi Muhamad di rumah mereka.



Menurut Agama Hindu

Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahawa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yang berhak disembah.

Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahawa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci

Yajurveda Ch. 40 V. 9 menyatakan bahwa “Andhatma pravishanti” ertinya memasuki, dan “assambhuti” ertinya benda/alam seperti api, air, dan udara. Maksudnya mereka yang menyembah benda/alam seperti api, air, udara, telah masuk ke dalam kegelapan

Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar

Rigveda Bk. 1 Hymn 64. V. 46 dinyatakan Tuhan itu Maha Esa, panggillah Dia dengan berbagai nama.

Rigveda Bk. 10 Hymn 114 V. 5 menyatakan Tuhan itu satu tapi Dia disebut dengan nama yang bermacam-macam

Rigveda Bk. 2 Hymn 1 menyatakan bahwa ada 33 nama yg ditujukan pada Tuhan, diantaranya:

1) Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Brahama (pencipta), bahasa arabnya Choliq
2) Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai Tuhan.
3) Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Vishnu (Wishnu) artinya Sustainer (pemelihara alam), yang memberi rezeki.

Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan

Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu

Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”

Dalam Brahama Sutra disebutkan: “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.


Secara dasarnya, ulama bersepakat bahawa patung dianggap harus jika ada faedah seperti untuk mainan anak-anak dan dan dianggap haram jika digunakan untuk penyembahan.
Patung diharamkan ada sebabnya,di dalam islam setiap perkara yang kita lakukan mestilah ada batasannya. Apabila diberikan kesempatan dan kelonggaran untuk melakukan sesuatu, tetapi kita sebagai manusia tidak pernah puas dengan apa yang kita ada. Jadi setiap peraturan yang Allah s.w.t. tetapkan untuk kita ada sebabnya.



Maklumat ini diambil pelbagai sumber rujukan, juz nak share untuk pengetahuan bersama..

Thursday, September 11, 2014

Photo Manipulation

Some people wonder what is so called "Photo Manipulation", basically Photo: Visual. 
Manipulation-root word"Manipulate": Alter, edit or move. or to my understanding is Changing a subject to be something else.

Photo manipulation is the application of image editing techniques to photographs in order to create an illusion or deception after the original photographing took place. 

Below are some sample I made using Adobe photoshop CS 5 that relate the photo manipulation. Not so much good execution but its represent the alteration of the existing photo or a mixture of different pictures or subjects.



Dream I



Still Alive Frames I




Animalpulation III




Animalpulation II




.
                                                                    Fruit + animal I

Thursday, June 19, 2014



SENARAI RASUL 313

Para nabi merupakan orang yang diberi wahyu (ajaran Islam yang mengandungi peraturan tertentu) oleh Allah S.W.T sebagai panduan hidup dirinya sendiri manakala Rasul pula adalah nabi yang diperintahkan oleh Allah S.W.T untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia sejagat pada zamannya.

Rasul dan nabi terakhir ialah Nabi Muhammad S.A.W yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam dan peraturan yang khusus kepada manusia di zaman baginda sehingga hari kiamat. Selepas kewafatan baginda, tugasnya itu disambung oleh orang Islam yang menjadi pengikutnya. Sebagai seorang Islam, kita perlu patuh kepada Iman Rukun Iman yang kedua iaitu percaya kepada para nabi dan para rasul.

Tidak diketahui berapakah jumlah para rasul dan nabi tetapi yang wajib kita ketahui yang tercatat di dalam Al-quran ada 25 rasul.

Adalah dianggarkan jumlah nabi lebih kurang 124,000 orang dan para rasul pula 313 orang.
Walau bagaimanapun jumlah sebenar tidak dapat dipastikan.

Menerusi firman Allah:

“Dan Kami telah mengutus Rasul-Rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang


mereka kepadamu, dan Rasul-Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.”

(An-Nisa’:164)


Para Nabi itu mempunyi darjat yang berbeza antara satu sama lain dari segi keutamaan dan kedudukannya. 

Sebagaimana firman Allah:




“Dan sesungguhnya Kami lebihkan sebahagian Nabi-Nabi itu atas sebahagian yang lain.” 


(Al-Isra’:55)






Allah SWT telah melebihkan darjat dan keutamaan Nabi Muhammad SAW diatas para Nabidan Rasul yang lain. Nabi Muhammad SAW diutus kepada seluruh manusia dan jin, sedang para Nabi sebelum baginda diutus hanya kepada umat mereka saja.

Wednesday, January 29, 2014


Warna Kegemaran Rasulullah SAW


.









Selama ini kita mungkin hanya mengetahui bahawa warna hijau menjadi kegemaran Nabi Muhammad s.a.w., sebagaimana tanggapan dan momokan sesetengah pihak bahawa hanya warna tersebut sahaja yang beridentitikan Islamik atau digemari Rasulullah s.a.w..
 Rasulullah s.a.w. tidak pernah menetap dan menentukan sebarang warna untuk dipakai umatnya. Sebenarnya Baginda s.a.w. turut menyukai warna hitam, putih (baidha’), kelabu dan pelbagai warna lain dalam urusan biasa.
Selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata : Yang amat disukai oleh Nabi ialah warna putih.”
Ketika beribadat Rasulullah s.a.w.  juga suka berpakaian putih, dan dalam urusan rasmi Baginda sering memakai pakaian hitam bagi menunjukkan kerendahan diri.
1.  Daripada Ja’far bin Amr bin Huraits r.a., dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w berpidato di hadapan umat, Baginda memakai serban hitam.” 
2.  Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata: “Aku pernah melihat Nabi s.a.w memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya…”
3.  Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah s.a.w adalah hijau.”
4.  Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: “Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau kerana warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.”
5.  Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : “Pernah Nabi s.a.w keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna kelabu.”
6.  Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : “Pernah Rasulullah s.a.w berpakaian yang bercorak merah pada dua hari raya dan pada hari Jumaat.”
7.  Ada juga keterangan bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah memakai pakaian berwarna hitam,merah hatikelabu dan warna campuran.
8.  Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Anas r.a, beliau pernah melihat : “Nabi s.a.w menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercorak-corak warnanya.

Wednesday, January 15, 2014




Asal Usul Lambang Yahudi


Ketika Salahuddin al-Ayubi dapat mengalahkan tentera salib di Jerusalem , beliau membawa dua mimbar dari Halab ( Aleppo ) Syria , tempat dimakamkan Saidina Khalid al-Walid . Saidina Khalid al-Walid antara sahabat yang berjuang untuk membuka kota Jerusalem ini. Setelah enam ratus tahun kemudian, Jerusalem berada di dalam tangan tentera salib. Pada tahun 1187, ia berada ditangan Islam kembali. Mimbar ini sebagai simbol bahawa masjid ini telah di dalam amanah Islam semula

Satu mimbar diletakkan di masjid al-Aqsa, satu lagi di masjid al-Khalil (Masjid dimakamkan Nabi Ibrahim a.s). Apa yang menarik adalah di mimbar ini ada bintang enam, lambang negara Israel.





Sebenarnya nak, bintang enam ini adalah lambang bangsa Arab Kan’an. Ia ada sejak ribuan tahun dahulu. Bangsa Arab Kan’an menggunakan bintang ini sebagai lambang kaum mereka. Sebab itu, ketika Salahuddin datang, dia membina tingkap ini dengan mengekalkan lambang bintang enam ini sebagai menghormati kaum Arab Kan’an yang telah Islam.


Peta bahagian selatan tanah Kan'an

* Kan'an adalah sebuah istilah kuno bagi wilayah yang kini terdiri dari Israel, lebanon, wilayah2 Palestin selain tanah bersempadanan dengan pantai dan bahagian dari Jordan, Syria dan utara Mesir. Dalam kitab yahudi, "Tanah Kan'an" mengunjur daripada Lebanon mengarah ke selatan merentasi Gaza sehingga "Sungai kecil Mesir" dan ke arah timur ke Lembah Sungai Jordan, termasuk Israel moden dan wilayah2 Palestin. Pada zaman kuno, kawasan selatan mengandungi pelbagai kumpulan etnik. Surat Amarna yang dijumpai di Mesir Purba menyebut Kan'an berkaitan dengan Gaza dan kota-kota lain di sepanjang pantai Phoenicia dan ke hulu Galilee. Banyak sumber-sumber awal Mesir juga menyebut pelbagai kempen-kempen ketenteraan dilakukan di Ka-na-na.



Orang Kan’an merupakan penduduk asal tanah Palestin ini. Sebelum Israel dibawa oleh Nabi Musa ke Palestin, mereka telah ada. Umur mimbar ini hampir seribu tahun. Tingkap dan mar-mar di dinding ini berumur ratusan tahun. Orang Israel menggunakan lambang ini baru dalam 100 tahun. Mereka menggunakan lambang ini dengan alasan seolah-olah mereka penduduk asal seperti Arab Kan’an di sini. Di dalam Islam kita dilarang memakai lambang orang kafir. Bukan sahaja lambang, menyerupai sesuatu kaum pun kita dilarang.

Hadith yang diriwayatkan oleh Abu Daud,

“Barangsiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka dia akan tergolong di dalam kaum itu”.



Israel menggunakan lambang bintang enam untuk menyatakan dia adalah penduduk asal Palestin ini. Mereka mengarang buku-buku yang menyatakan mereka adalah penduduk asal dengan menafikan bahawa Arab Kan’an adalah penduduk asal di sini. Sebab itulah, Syeikh Yusuf Abu Sunainah menekankan kepada pemuda-pemuda Palestin agar kembali mendalami sejarah.

Apabila sejarah tidak diajar, maka akhirnya, sesorang akan hilang jati dirinya. Inilah yang sedang berlaku bagi penduduk Palestin yang bersekolah di sekolah rasmi. Enam puluh tahun berada di dalam jajahan Israel bermakna sudah masuk generasi ketiga tanah ini dijajah.




Penduduk Palestin merasa selesa berada di bawah Israel kerana semua kelengkapan telah cukup dan keadaan di sini lebih selesa dari negara Arab lain. Tidak sedikit yang lebih bangga memakai passport Israel dari memakai passport Palestin atau Jordan. Pada mereka, saudara di Gaza hal mereka. Sebab itu, dari Palestin sendiri, tidak banyak bantuan yang datang ke Gaza . Orang kaya semakin kaya dengan syarikatnya. Coca cola tidak diboikot di Palestin. Iklan terpampang besar di sana sini.





Benarlah kata hukama’:-



“Jika mahu membunuh tanamam, racunlah akarnya, jika mahu membunuh bangsa, racunlah sejarah mereka”